Rabu, 30 September 2009

Sungguh Tak Ingin Seperti Ini

"Terimakasih"
and she smile for me..

Tak pernah bisa diungkapkan bagaimana bahagianya aku mendengar itu.

***

Tapi,
Dia pasti akan sangat kecewa ketika aku menceritakan hal ini pada nya.
Sungguh tak ingin..

Aku rela melakukan apa pun, jika itu dapat membuatmu tersenyum.
Aku rela terseret-seret, jika memang itu dapat membuatmu bahagia.

Maaf,
Aku tak bisa seperti yang kau harapkan.

Sabtu, 20 Juni 2009

Lihatlah.

Kumohon...

Kenapa tak pernah tersenyum padanya sekalipun??
Apakah sebegitu kejinya ia hingga kalian tak pernah menyapanya?
Apakah sebegitu hinanya ia hingga kalian tak pernah melihatnya?
Apakah sebegitu menyedihkannya ia hingga kalian tak pernah mempedulikannya?

Maaf kan lah ia,
dan mohon dengan sangat..


Tersenyumlah padanya.

Kamis, 21 Mei 2009

Rabu, 20 Mei 2009

Kisah Sendok dan Garpu Part Two

Sekian lama..
Sama sekali taka ada kabar dari SESE.

Hingga,
Suatu Hari.

Tok..Tok..Tok..
.
.
.
Tok..Tok..Tok..
Tok..Tok..Tok..
Tok..Tok..Tok..
.
.
Terdengar bunyi ketokan pintu yang berulang- ulang.

"PUPU ini aku SESE. Aku pulang PU,,tapi maaf..maaf,karena aku tak membawa pisau."


Tapi,
tak terdengar suara balasan dari dalam.
.
.
.
.


TO BE CONTINUED.


*Kira- kira seperti apa kelanjutan nasib kisah sendok dan garpu ini hayoo.
Apakah PUPU telah teramat lelah sehingga ia pergi ke negeri lain untuk mencari pisau itu sendiri?
atau Apakah PUPU sedang pergi ke Pasar sebentar sehingga tak ada jawaban dari dalam?
atau Apakah PUPU sedang setia menunggu disana dengan sabar?
atau Apakah PUPU sedang pergi ke ujung jalan menunggu angkot yang lewat?
atau seperti apa neh.

*Silahkan dijawab,
Ada gelas cantik bagi yang beruntung lho.hoho.

Fondasi Bangunan

Pintu yang tak bernyawa.

Lantai yang dingin.

Lampu yang redup.

Jendela yang terlihat seperti selalu tertutup.

Andai tanpa harus terucap




Andai segala sesuatu dapat dimengerti tanpa harus terucap.

Maka tak akan pernah sesulit ini.